Contact

15 December 2007

Instalasi Linux

Prinsip untuk instalasi Linux kurang lebih sama yakni:

  • Inisialisasi Kernel ke komputer, dan pengenalan perangkat keras (biasanya lewat disket boot dan root, atau langsung dijalankan dari CD-ROM lewat loadlin).
  • Membuat partisi Linux, tempat program nanti akan disimpan, sekaligus pembuatan swap. Swap adalah bagian dari hard disk yang dipergunakan sebagai virtual memory.
  • Menentukan letak sumber file Linux. Sumber file ini bisa berupa CD-ROM, komputer lain dalam satu jaringan, bahkan lewat ftp langsung.
  • Pemilihan paket-paket yang diinstal
  • Instalasi dan konfigurasi dasar agar sistem bisa berjalan.

Kebutuhan Perangkat keras
Minimal CPU dengan prosesor 80386 atau 8048 sudah bisa menjalankan Linux. Emulator matematis juga tidak diharuskan meskipun akan sangat membantu jika Anda memilikinya. Memori minimal 4 hingga 8 mega, dan paling tidak 16 Mega jika Anda berencana menjalankan aplikasi X. Meskipun demikian, pada beberapa distribusi Anda cukup mempunyai memory 2 Mega. Cakram keras (hard disk), baik IDE maupun SCSI dan banyak jenis perangkat keras lain telah didukung oleh Linux. Spasi hard disk yang dibutuhkan minimal 20 mega untuk menginstal aplikasi dasar Linux. Jika semua program diinstal paling tidak membutuhkan spasi hard disk hingga 400 Megabyte.

Pre Instalasi
Setelah mengenal sedikit mengenal beberapa aplikasi yang disertakan dalam distribusi Slackware, lanjutkan dengan prosedur instalasi. Jika Anda memiliki spasi hard disk yang cukup, Anda bisa mengisntal Linux jadi satu bersama Windows. Dalam arti bahwa keduanya diinstal dalam satu mesin, namun dalam partisi yang terpisah. Sebelum mulai instalasi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan :

  • Usahakan untuk mencatat perangkat keras yang Anda miliki. Perangkat keras tersebut meliputi monitor, VGA card, Mouse, Hard disk dan CDROM (untuk yang SCSI), dan perangkat keras khusus yang Anda punya. Di Windows, Anda dapat melihatnya dengan klik kanan My Computer pada desktop, pilih Properties, klik Device.
  • Back up data-data yang penting. Meskipun penyusunan partisi dan format partisi di Linux dapat dijalankan secara aman tanpa mengganggu data yang ada, namun bisa saja terjadi salah ketik atau salah pilih yang membuat semua data hilang.
  • Siapkan partisi khusus untuk Linux. Jika sistem operasi yang ada tidak memungkinkan untuk diinstal ulang, gunakan program penambahan partisi seperti Partition Magic (program komersial) atau fips yang disertakan dalam CD. Program ini memungkinkan Anda untuk menambah partisi dari sisa hard disk kosong, tanpa harus menghapus partisi yang sudah ada. Lebih mudah jika Anda menghapus semua partisi dalam hard disk Anda, kemudian dipisah menjadi tiga hingga empat partisi. Satu untuk instal Windows (jika perlu), sistem file Linux, dan Swap Linux. Tentang partisi ini akan dibahas dalam tahapan instalasi.
Catatan :
Anda dapat menginstal Linux pada ruang yang tidak dipergunakan (free space) tanpa harus partisi ulang. Linux menjalankannya di atas partisi umsdos. Kelemahan dari sistem file ini adalah aplikasi yang dijalankan menjadi lebih lambat, dan manfaat Linux tidak dapat dirasakan secara maksimal.




No comments: